Puncak Kegagalan
Banyak orang yang sering mengeluh Kegagalan-demi kegagalan, kadang kita berusaha untuk meraih sesuatu dan sudah kita lakukan, tetapi masih juga gagal. Memang kita perlu berusaha dengan tekat yang kuat dan gigih untuk menghilangkan kegagalan-demi kegagalan. Para ilmuwan saja melakukan riset untuk meminimalkan kegagalan demi kegagalan. Itulah bedanya kita dengan ilmuan dengan kita.
Bagaimana agar kegagalan-kegagalan tidak terlalumengalir?
Kegagalan yang kita alami memang hal yang lumrah
, hal yang biasa, hal yang sudah dialami oleh semua orang, bayi saja waktu lahir sudah mengalami kegagalan, yang mana si bayi mencari tetek ibu nya untuk menetek, tetapi dengan tekad yang kuat dan gigih akhirnya sang bayi dapat menetek juga, akhirnya apa yang di peroleh sang bayi? Sebuah rasa yang tiada terkira.
Bagaimana dengan kita yang sudah tua ini agar mengurang kegagalan-kegagalan, tentunya dengan belajar belajar dan belajar, dengan belajar kita dapat mengetahui kesalahan (bug) yang menimbulkan kegagalan kita, dan yang penting adalah belajar kepada yang lebih ahli, keberuntungan, dan penolong.
Bagaimana agar kegagalan selalu menyertai kita?
Klo yang ini sih saya rasa kita semua juga tau, ya ngawur saja. Apabila dengan ngawur tetapi berhasil? nah ini yang dinamakan beruntung.
Riset Keberhasilan
Saat kita melakukan usaha dengan gigih dan dengan sebangat yang membara, dan akhirnya kita menuai hasil yang sangat memuaskan dan waktunya kita melakukan testing sebuah produk yang telah kita impikan.
Puncak Kegagalan
Inilah saat yang sangat kita tunggu dan yang sangat kita nanti-nanti. suatu puncak kegagalan atau yang disebut dengan SUKSES yang mana kita telah mendaki gunung kegagalan dan melalui sungai, tebing jurang kegagalan akirnya kita sampai ke puncak kegagalan dan kita berhasil menancapkan bendera kita disana. Rasa yang tidak bisa di lukiskan dengan kata-kata.
Pesan:
Keinginan manusia yang tidak terbatas dan selalu ingin cepat memenuhi keinginannya selalu membawa manusia ke dalam jurang kegagalan yang sangat dalam, maka kita harus hati-hati saat kita mendaki gunung kegagalan.

Leave a Reply