Siswa-siSwi SMK I Semarang  memproduksi micro car alias mobil kecil yang 100 persen buatan dalam negeri. “Melalui kerja sama dengan Armada Indonesia (Arina), nama mobil itu nantinya Arina-SMK.  Sekarang masih dalam tahap prototype, Mei 2009 nanti mungkin sudah bisa diluncurkan,” ujar Direktur Pembinaan SMK Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Joko Sutrisno Micro car dapat didefinisikan sebagai mobil yang ukurannya sangat kecil, yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai an extremely small size automobile. Selain itu, beberapa definisi dapat juga digunakan termasuk definisi yang menyebutkan ukuran, semisal ‘kendaraan yang panjangnya kurang dari tiga meter’ atau ‘kendaraan yang volume ruangnya kurang dari 2400 liter’.

Mobil-mobil ‘mini’ yang sedang dirintis di Indonesia ini kemungkinan akan bersaing dengan perusahaan otomotif Tata Motors India yang 10 Januari lalu meluncurkan mobil merk Nano. Mobil itu didesain untuk empat penumpang bermesin 625 cc. Bahan bakar Nano termasuk irit, yakni satu liter untuk 20 km. Nano akan dilempar ke pasar dengan model orisinal dan dua varian deluxe. Versi deluxe itu dilengkapi AC dan aksesoris lain. Dengan harga dasar 2.500 dolar AS (Rp 22,5 juta).
Meskipun bukan suatu keharusan, tempat duduk micro car karya siswa-siswi SMK 1 Semarang untuk dua orang, termasuk pengemudi, dan beberapa di antaranya menggunakan roda hanya tiga buah, meski dari sisi keamanan, empat roda lebih baik. Alasan utama pembuatan micro car untuk tujuan ekonomis dan efisiensi, karena harga peralatan dan teknologi yang diaplikasikan yang mempengaruhi harga jual maupun alasan mahalnya bahan bakar. Dengan konsumsi bahan bakar setara 40 km per liter, micro car merupakan alasan terbaik mengatasi mahalnya biaya operasional, termasuk biaya perawatan.
Mobil Arina-SMK dirancang menggunakan mesin sepeda motor dengan kapasitas mesin 150 cc, 200 cc, dan 250 cc. Modifikasi dibuat menarik, dengan stir bundar, bukan stang sepeda motor. ”Sedang mesin berada di luar kabin, tak menyatu dengan tempat pengemudi,” cetusnya.
Dengan ukuran mungil, micro car dapat melaju di jalan dan gang yang sempit. Ia hanya butuh garasi kecil, dengan dimensi (panjang, lebar, tinggi) 2753 x 1325 x 1708 mm. “Ini dapat dijadikan sebagai kendaraan personel dan sudah tidak kehujanan dan tak kena sengatan panas matahari, mungkin nanti harganya berkisar Rp 24 jutaan”, tegasnya.
Widya Aryadi MT, dosen jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang, sekaligus Kepala Laboratorium Desain Teknologi Tepat Guna, sebagai pencipta mobil Arina menyatakan, ide awal mobil tersebut berawal saat fenomena kendaraan roda tiga three wheeler motor bike semakin tinggi. Kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan niaga beroda tiga juga cukup tinggi, ujarnya.
Diciptakannya mobil Arina ini dengan harapan bisa membawa barang maksimal 600 Kg serta bisa memasuki gang-gang kecil.
Sebenarnya mobil ini bukan murni karya anak SMK tetapi para SMK jurusan Otomotif dan Mahasiswa Teknik Mesin yang tergabung dalam kelompok creativity and research club (CRC), yang mencipta micro car yang sama sekali berbeda dengan produk sejenis dari India, Cina, Eropa, dan Amerika Serikat (AS).
Teknologi shock breaker membuat respons ban dengan ukuran 3.50 – 10 lebih nyaman dilengkapi rem cakram. Suku cadang juga mudah ditemukan di pasaran, karena 100 persen buatan Indonesia.
Mobil Arina sudah resmi didaftarkan di Depkumham RI untuk digunakan sebagai mobil mikro di pasar Indonesia. ”Dengan tegaknya industri otomotif yang dimiliki 100 persen bangsa Indonesia sendiri, akan membantu menyerap tenaga kerja dari industri komponen otomotif dan industri karoseri dalam negeri,” harapnya.
 (Rini Suryati)-c

 

sumber : http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=184513&actmenu=45


Blog Lain: